Lakukan Qunut al-Nazilah Buat Umat Islam Di Gaza

 

Assalamualaikum wbt.

Mari kita doakan saudara-saudara kita di Gaza. Lakukanlah sunnah Rasulullah saw dengan melaksanakan doa Qunut an-Nazilah di dalam solat lima waktu, ketika selepas ruku’ pada rakaat terakhir.

Selamat membaca tatacara Qunut an-Nazilah di bawah.

We seem to forget the sunnah of the prophet. We are not aware what Prophet Muhammad PBUH taught us when any calamity takes place. Either we do not know or we are not aware to know about it.

What was done by Prophet Muhammad PBUH when his companions who were sent to do da’wah were killed? There is no evidence shows that Prophet Muhammad PBUH performed hajat prayer. However, what can be found is that Prophet Muhammad PBUH recited Qunoot an-Nazilah.

Here, I would like to share with all my fellow brothers and sisters in Islam, how should we perform Qunut al-Nazilah. I compress this from fatawas of our great ulama’.

What Is Qunut prayer?

Qunoot, according to the definition of the fuqaha’, “is the name of a du’aa’ (supplication) offered during prayer at a specific point while standing.”.

If a calamity (naazilah) befalls the Muslims, it is prescribed to say Du’aa’ al- Qunoot after standing up from rukoo’ in the last rak’ah of each of the five daily obligatory prayers, until Allaah relieves the Muslims of that calamity.

(See Tasheeh al-Du’aa’ by Shaykh Bakr Abu Zayd, p. 460).

What is Qunoot at times of calamity (Qunoot al-Naazilah)

When praying Qunoot at the time of calamity, one should make supplication as is appropriate to the situation, as it was narrated that the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) cursed some Arab tribes who had betrayed his companions and killed them, and he prayed for the weak and oppressed believers in Makkah, that Allaah would save them. It was narrated that ‘Umar prayed Qunoot with the following words:

“Allaahumma inna nasta’eenuka wa nu’minu bika, wa natawakkalu ‘alayka wa nuthni ‘alayka al-khayr, wa laa nakfuruka. Allaahumma iyyaaka na’budu wa laka nusalli wa nasjudu, wa ilayka nas’aa wa nahfid. Narju rahmataka wa nakhsha ‘adhaabaka, inna ‘adhaabaka al-jadd bil kuffaari mulhaq. Allaahumma ‘adhdhib il-kafarata ahl al-kitaab alladheena yasuddoona ‘an sabeelika

(O Allaah, verily we seek Your help, we believe in You, we put our trust in You and we praise You and we are not ungrateful to You. O Allaah, You alone we worship and to You we pray and prostrate, for Your sake we strive. We hope for Your mercy and fear Your punishment, for Your punishment will certainly reach the disbelievers. O Allaah, punish the infidels of the People of the Book who are preventing others from following Your way).”

(Narrated by al-Bayhaqi, 2/210; classed as saheeh by al-Albaani in al-Irwa’, 2/170)

Can we make du’aa’ using words other than those mentioned here?
The answer is:
Yes, that is permissible. Al-Nawawi said in al-Majmoo’ (3/497): “The correct view which was stated definitively by the majority of scholars is that there are no specific words, rather any du’aa’ may be said.”

The version narrated from ‘Umar is not something that we have to follow, and the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) did not pray using these words, so there is nothing wrong with adding more to them. Shaykh al-Albaani (may Allaah have mercy on him) said: “There is nothing wrong with adding more to this, cursing the infidels and sending blessings upon the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him), and praying for the Muslims.”
(Qiyaam Ramadaan by al-Albaani, 31).

Should Du’aa’ al-Qunoot be said before rukoo’ (bowing) or after?

The answer is: Most of the ahaadeeth and the opinion of most of the scholars state that Qunoot comes after rukoo’, but if you say Qunoot before rukoo’ that is acceptable. So you have the choice of doing rukoo’ when you have finished reciting Qur’aan, then standing up and saying “Rabbana wa laka al-hamd” then saying Qunoot… or saying Qunoot when you have finished reciting Qur’aan, then saying “Allaahu akbar” and bowing. Both of these were narrated in the Sunnah.

(Shaykh Muhammad ibn ‘Uthaymeen (may Allaah have mercy on him), al-Sharh al-Mumti’, 4/64)

Saying Ameen out loud in Qunoot al-nawaazil (Qunoot of calamities) ?

Shaykh Ibn ‘Uthaymeen (may Allaah have mercy on him) said: If we say that Qunoot may be offered in the five daily prayers, if the prayer is one in which Qur’aan is recited out loud, then it is well known that the Qunoot should be recited out loud, and if the prayer is one in which Qur’aan is recited silently then Qunoot should also be recited out loud, as it is proven in the Sunnah that the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) used to say Qunoot and the people would say Ameen behind him, and they could not have said Ameen unless he was saying Qunoot out lout. Based on this, it is Sunnah to recite Qunoot out loud even in a prayer in which Qur’aan is recited silently. End quote from al-Sharh al-Mumti’ (4/47).

References:: Qunoot during salaah- http://islamqa.com/en/ref/20031/qunoot
Saying Ameen out loud in Qunoot al-nawaazil (Qunoot of calamities)- http://islamqa.com/en/ref/113994/qunoot 

HADITS-HADITS SHAHIH TENTANG QUNUT NAZILAH

 

HADITS PERTAMA
Dari Ibnu Abbas, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah qunut selama satu bulan secara terus-menerus pada shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat, (yaitu) apabila baginda mengucap Sami’Allahu liman hamidah di raka’at yang akhir, beliau mendo’akan kebinasaan atas kabilah Ri’lin, Dzakwan dan ‘Ushayyah yang ada di perkampungan Bani Sulaim, dan jemaah di belakang baginda mengucapkan amin.

Hadits ini telah diriwayatkan oleh Abu Dawud(1), Ibnul Jarud(2), Ahmad(3), al-Hakim dan al-Baihaqi(4). Dan Imam al-Hakim menambahkan bahawa Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus para da’i agar mereka (kabilah-kabilah itu) masuk Islam, tetapi mereka membunuh para da’i itu. ‘Ikrimah berkata: Inilah pertama kali qunut diadakan. (Lihat Irwaa-ul Ghalil II/163)

HADITS KEDUA
Dari Anas, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah qunut selama satu bulan setelah bangkit dari ruku’, yakni mendo’a kebinasaan untuk satu kabilah dari kabilah-kabilah Arab, kemudian beliau meninggal-kannya (tidak melakukannya lagi).”

Diriwayatkan oleh Ahmad(5), Bukhari(6), Muslim(7), an-Nasaa-i(8), ath-Thahawi(9).

Dalam hadits Ibnu Abbas dan hadits Anas dan beberapa hadits yang lainnya menunjukkan bahawa pertama kali qunut dilakukan ialah ketika Bani Sulaim yang terdiri dari Kabilah Ri’lin, Hayyan, Dzakwan dan ‘Ushayyah meminta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mau mengajarkan mereka tentang Islam.

Maka, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kepada mereka tujuh puluh orang qurra’ (para penghafal al-Qur’an), sesampainya mereka di sumur Ma’unah, mereka (para qurra’) itu dibunuh semuanya. Pada saat itu, tidak ada kesedihan yang lebih menyedihkan yang menimpa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selain kejadian itu. Maka kemudian Baginda Shallallahu ‘alaihi wa sallam qunut selama satu bulan, yang kemudian beliau tinggalkan.

Di antaranya adalah hadits Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah di bawah ini:

Dari Ibnu Umar, “Sesungguhnya dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’ di raka’at yang terakhir ketika shalat Shubuh, baginda membaca: “Allahummal ‘an fulanan wa fulanan wa fulanan (Ya Allah laknatlah si fulan dan si fulan dan si fulan) sesudah ia membaca Sami’allaahu liman hamidahu. Kemudian Allah menurunkan ayat (yang ertinya): ‘Sama sekali soal (mereka) itu bukan menjadi urusanmu, sama ada Allah akan menyeksa mereka atau akan mengampuni mereka. Maka sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang zhalim.’” (Ali ‘Imraan: 128)

Hadits shahih riwayat Ahmad (II/147)

Dari Abu Hurairah, “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila hendak mendo’akan kecelakaan atas seseorang atau mendo’akan kebaikan untuk seseorang, beliau mengerjakan qunut sesudah ruku’, dan apabila baginda (selesai) membaca: Sami’allahu liman hamidah, (lalu) baginda membaca, ‘Allahumma… dan seterusnya (yang ertinya: Ya Allah, selamatkanlah Walid bin Walid dan Salamah bin Hisyam dan ‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah dan orang-orang yang tertindas dari orang-orang Mukmin. Ya Allah, keraskanlah seksa-Mu atas (kaum) Mudhar, Ya Allah, jadikanlah atas mereka musim kemarau seperti musim kemarau (yang terjadi pada zaman) Yusuf.’”

Abu Hurairah berkata, “Nabi keraskan bacaannya itu dan baginda membaca dalam akhir shalatnya dalam shalat Shubuh: Allahummal ‘an fulanan… dan seterusnya (Ya Allah, laknatlah si fulan dan si fulan) yaitu (dua orang) dari dua kabilah bangsa Arab, sehingga Allah menurunkan ayat: ‘Sama sekali urusan mereka itu bukan menjadi urusanmu… (dan seterusnya).’”

Hadits shahih riwayat Ahmad ii/255 dan al-Bukhari No 4560

Di dalam hadits shahih riwayat Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya no. 1004 disebutkan bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah qunut pada shalat Shubuh dan Maghrib.

Lafazhnya adalah sebagai berikut:

Dari Anas, ia berkata, “Qunut itu ada dalam shalat Maghrib dan Shubuh.”

Dan dalam hadits yang shahih pula disebutkan bahawa Abu Hurairah pernah qunut pada shalat Zhuhur dan ‘Isya sesudah mengucapkan Sami’allahu liman hamidahu (setelah bangkit dari ruku’ (di saat sedang i’tidal).), ida berdo’a untuk kebaikan/kemenangan kaum Mukminin dan melaknat orang-orang kafir. Kemudian Abu Hurairah berkata: “Shalatku ini menyerupai shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Lafazh haditsnya secara lengkap adalah sebagai berikut:

Dan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Sungguh aku akan mendekatkan kamu dengan shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka, Abu Hurairah kemudian qunut dalam raka’at yang akhir dari shalat Zuhur, ‘Isya dan shalat Shubuh, sesudah dia membaca: ‘Sami’allahu liman hamidah.’ Lalu dia mendo’akan kebaikan untuk orang-orang Mukmin dan melaknat orang-orang kafir.”

Hadits shahih riwayat Ahmad (II/255), al-Bukhari (no. 797) dan Muslim (no.676 (296), ad-Daraquthni (II/37 atau II/165) cet. Darul Ma’rifah.

Memang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah qunut pada shalat Shubuh, begitu juga Abu Hurairah, akan tetapi ingat, bahawa hal itu bukan semata-mata dilakukan pada shalat Shubuh saja! Sebab apabila dibatasi pada shalat Shubuh saja, maka hal ini akan berten-tangan dengan riwayat yang sangat banyak sekali yang menyebutkan bahawa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan qunut pada lima waktu shalat yang wajib. Menurut hadits yang keenam bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak qunut melainkan apabila beliau hendak mendo’akan kebaikan atau mendo’akan kebinasaan atas suatu kaum. Maka apabila beliau qunut itu menunjukkan ada musibah yang menimpa ummat Islam dan dilakukan selama satu bulan(10)

(Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M)
_________
Foote Note
(1). Dalam kitab al-Musnad (I/301-302).
(2). Dalam kitab Mustadrak-nya (I/225-226).
(3). Dalam kitab Sunanul Kubra (II/200 & II/212).
(4). Dalam kitab al-Musnad III/115, 180, 217, 261 & III/191, 249.
(5). Di dalam kitab Shahih-nya no. 4089.
(6). Dalam kitab Shahih-nya no.677 (304), tanpa lafazh “ba’dar ruku’.”
(7). Dalam kitab Sunan-nya II/203-204.
(8). Dalam kitab Syarah Ma’anil Atsar (I/245).
(9). Dan hadits ini telah diriwayatkan pula oleh Abu Dawud ath-Thayalisi dalam Musnad-nya no.1989, Abu Dawud no.1445, sebagaimana juga telah disebutkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab Bulughul Maram no.287, lihat juga kitab Irwaa-ul Ghalil II/163.
(10). Sebelum ini telah disebutkan hadits-hadits yang menunjukkan adanya qunut pada shalat Shubuh, Zhuhur, ‘Ashar, dan ‘Isya, adapun yang menerangkan adanya qunut pada shalat Maghrib, adalah hadits Bara’ bin ‘Azib:
Dari Baraa’ bin ‘Azib, “Sesungguhnya Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam pernah qunut dalam shalat Shubuh dan Maghrib.”
Hadits shahih riwayat Ahmad IV/285, Muslim no.678 (306), Abu Dawud no.1441, at-Tirmidzi no.401, an-Nasaa-i II/202, ad-Dara-quthni II/36, al-Baihaqi II/198, ath-Thahawi II/242, Abu Dawud ath-Thayalisi dalam Musnad-nya no.737, lafazh ini milik Muslim.

Contoh Qunut Nazilah

 

http://bin-sahak.blogspot.com/2009/01/contoh-qunut-nazilah.html 

Memandangkan ada permintaan utk didrafkan lafaz-lafaz qunut Nazilah, dibawah ini saya draftkan doa qunut nazilah tersebut. Namun perlu diambil perhatian. Tidak ada lafaz yang khusus dalam qunut al-Nazilah. Cuma dibawah ini lafaz-lafaz contoh bagi tujuan memudahkan. Boleh ditambah mana yang perlu berdasarkan kesesuaian keadaan.: 

 

اللهُمَّ إنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ ، وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ وَلَا نَكْفُرُكَ ، اللهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ ، وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ ، نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ ، اللهُمَّ عَذِّبِ الْكَفَرَةَ أهْل الكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ

اللهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْن, اللهم أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالطُّغَاةَ وَالظَّالِمِيْنَ يا رب العالمين.. اللهم اِنَّنَا نَجْعَلُ فى نُحُورِ أعداءِنَا و نَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِم, اللهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُم وَ فَرِّقْ جَمْعَهم و شَتِّتْ كَلِمَتَهم و زَلْزِلْ أَقْدَامَهم يا قهَّار , يا جبَّار , يا مُنْتَقِم, يا الله, يا الله, يا الله.

اللهُمَّ يَا مُنْزِلَ الْكِتَابَ وَيَا مُجْرِيَ السَّحَابَ وَيَا هَازِمَ الْأَحْزَابَ اِهْزِمْهُمْ وَاْنصُرْنَا عَلَيْهِمْ. 

اللَّهُمَّ أَنْجِ المسلمين في فلسطين اللَّهُمَّ أَنْجِ المسلمين في كُلِّ مَكَان, اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ, اللَّهُمَّ أهْلِكْ أمْرِيْكَانَ وَمَنْ وَالَاهُمْ, اللهُمَّ أَهْلِكِ الْيَهُوْدَ وَمَنْ وَالَاهُمْ

,
اللهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكْ، والْمُضْطَهَدِيْنَ فِيْ دِيْنِهِمْ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ، اللهُمَّ انْصُرْ إخْوَانَنَا فِيْ فَلَسْطِيْن ، اللهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، اللهُمَّ اجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ، وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ, رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ.

Maksudnya: “Ya Allah sesungguhnya kami memohon pertolongan dariMU dan kami beriman denganMu, dan kami bertawakkal kepada Mu, dan kami memuja Mu dengan kebaikan dan kami tidak mengkufuriMU, Ya Allah hanya engkau yang kami sembah dan kepada Mu kami menunaikan solat dan bersujud, kepadaMu kami menuju, dan kami menyegerakan langkah, kami mengharapkan rahmatMu dan kami takutkan azabMu, sesungguhnya azabMu sangat pedih akan dikenakan kepada orang-orang yang kafir, Ya Allah azablah orang-orag kafir Ahli kitab yang menghalang-halangi dari jalanMU.

Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrik, Ya Allah hancurkan musuh-musuhMu yang merupakan musuh-musuh agama (Islam), Ya Allah binasakanlah kekufuran, toghout dan orang-orang yang zalim, Wahai tuhan sekelian alam. Ya Allah kami serahkan leher-leher musuh kami (kepadaMu) dan kami berlindung denganMu daripada kejahatan-kejahatan mereka. Ya Allah cerai-beraikan himpunan mereka, pecah-belahkan kesatuan mereka, selerakkanlah kalimah mereka, dan goncangkan kedudukan mereka, Wahai tuhan yang maha gagah, wahai tuhan yang maha keras, wahai tuhan yang maha membalas, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah,

Ya Allah, wahai tuhan, yang menurunkan al-Kitab, wahai tuhan yang menjalankan awan, wahai tuhan yang mengalahkan tentera al-Ahzab, kalahkanlah mereka (orang-orang kuffar) dan bantulah kami menghadapi mereka.

Ya Allah, selamatkanlah kaum muslimin di Palestin, Ya Allah selamatkanlah kaum muslimin di semua tempat, Ya Allah selamatkanlah kaum-kaum yang lemah dari kalangan orang-orang yang beriman, Ya Allah hancurkan Amerika dan sekutu-sekutunya, Ya Allah hancurkan Yahudi dan sekutu-sekutunya.

 

 

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s