Ber ‘aku’ dan ‘Engkau’ dengan Allah.

Assalammu’alaikum Wr Wb

Saya ingin menananyakan tentang kalimat atau kata-kata yang sering saya dengar dan bahkan sudah biasa digunakan oleh masyarakat akan panggilan atau sebutan Allah SWT dengan kata atau kalimat ENGKAU… NYA… DIA… Saya merasa kalimat atau kata-kata itu tidak layak untuk Allah SWT. Kenapa saya mengatakan demikian, cuba kita lihat di dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kita. Di saat kita menghadap Kiyai atau Presiden atau orang yang paling disegani, maka kita tidak akan berani menggunkan kalimat ENGKAU, atau DIA. pasti kita akan menggunakan kalimat yang lebih sopan seperti BELIAU, dan sebagainya” nah di sini saya melihat kenapa Allah SWT yang mempunyai segala-galanya dan menguasai semua dunia seisinya seakan dipanggil dengan “Engkau saya kira kita lebih baik dan lebih sopan/halus menggunakan atau menyebut langsung Asmanya Allah SWT. Di sini saya ingin minta pendapat ustadz, salah atau benar pemikiran saya ini.

Terima kasih atas jawapannya.

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Jawapan

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,



Kalau dicermati, sebenarnya masalah yang mendasari pertanyaan anda adalah masalah terjemahan bahasa dan rasa bahasa. Meski boleh diterjemahkan, namun tidak boleh diingkari bahawa setiap bahasa punya bentuk pengungkapan yang khas dengan aneka cita rasa bahasa yang beragam.

Sebuah pengungkapan yang sudah lumayan halus dan mulia menurut suatu bahasa, boleh jadi tidak halus di dalam selera bahasa lainnya. Sebaliknya, sebuah pengungkapan yang kasar pada suatu bahasa, boleh jadi terasa halus dan sopan untuk bahasa yang lain.

Pada hakikatnya terjemahan suatu bahasa ke bahasa lain seringkali mencipta jarak, yang terkadang cukup mengganggu. Itulah mengapa pada dasarnya Al-Quran tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa lain, kecuali kerana darurat.

Idealnya, bukan Al-Quran diterjemahkan ke bahasa lain, akan tetapi seharusnya orang-orang dari berbagai latar belakang bahasa itulah yang wajib menguasai bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran.

Begitu pula dengan doa, para ulama mengatakan bahawa afdhalnya doa itu diungkapkan dengan bahasa Arab, bukan dengan bahasa Indonesia. Sebab ketika Allah SWT berbicara kepada manusia, yang digunakan adalah bahasa Arab. Maka jawapan dan doa kita kepada Allah pun akan menjadi lebih utama kalau disampaikan dalam bahasa Arab.

Dan di dalam bahasa Arab, memanggil Allah SWT dengan sebutan ‘anta’ tidak akan terasa sebagai sikap yang kurang ajar. Tapi ketika kata ‘anta’ diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘kamu’, memang akan terasa kasar dan janggal.

Mengapa dengan kata ‘anta’ tidak terasa kasar?

Sebab rasa bahasa mereka memang berbeza dengan rasa bahasa kita. Dalam rasa bahasa Arab, memangil budak boleh dengan kata ganti yang sama dengan memanggil tuan, yaitu sama-sama dengan kata ‘anta’.

Sebaliknya, ada ungkapan yang dalam bahasa Arab sudah dianggap lazim, namun ketika diungkapkan dengan bahasa Indonesia menjadi kurang lazim. Misalnya ungkapan rasa cinta kepada saudara sesama muslim dengan kata, “Inni uhibbuka fillah” (Aku mencintaimu kerana Allah). Ungkapan seperti ini oleh nabi SAW memang disunnahkan agar kita mengucapkannya.

Tapi pengungkapan hal ini dalam bahasa Indonesia menjadi tidak lazim, sehingga nanti orang pada curiga, “Wah jangan-jangan gay nih, bagaimana ada lelaki mengungkapkan rasa cinta kepada sesama lelaki?”

Padahal ungkapan itu merupakan sunnah atau anjurang agama. Itulah hakikat penerjemahan bahasa, pasti selalu mewujudkan perbezaan rasa.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

http://eramuslim.com/ustadz/qrn/8108230748-pantaskah-menyebut-allah-dengan-engkau-atau-nya.htm

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s