Hukum pakai purdah dan sarung tangan ketika solat

Hukum Menutup Kedua Telapak Tangan Dan Kedua Telapak Kaki Dalam Shalat

Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Pertanyan
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Bagaimanakah hukumnya menutup kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki dalam shalat ?

Jawapan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan : Bahawa tidak diwajibkan bagi wanita untuk menutup kedua telapak tangan dan kedua telapak kakinya saat shalat karena keduanya itu bukanlah aurat. Ia menyebutkan bahwa inilah pendapat yang benar.


Adapun hadits Ummu Salamah yang bertanya kepada Rasulullah
SAW tentang wanita yang shalat dengan menggunakan baju dan khimar namun tanpa menggunakan sarung, Maka Rasulullah SAW bersabda:


Ertinya : “(Boleh) jika baju panjangnya itu dapat menutupi terlihatnya kedua kakinya.


Walaupun hadits ini menunjukkan adanya kewajipan untuk menutupi kedua telapak kaki dalam shalat akan tetapi banyak yang menyatakan bahawa hadits ini lemah, mereka mengatakan : Hadits ini tidak boleh dijadikan hujjah baik secara marfu juga secara mauquf.


Maka perintah kepada wanita untuk menutupi kedua telapak kakinya dan kedua telapak tangannya saat shalat jika tidak ada lelaki yang bukan makhramnya memerlukan dalil syar’i yang menujukkan pada hal itu. Adapun yang diperintahkan kepada wanita adalah menggunakan khimar beserta baju gamis (baju panjang), akan tetapi ungkapan umum yang terdapat dalam sabda Rasul
صلی الله عليه وسلم yang berbunyi.

Ertinya : “Wanita adalah aurat.”


Menunjukkan bahawa menutup kedua telapak kaki dan kedua telapak tangan adalah merupakan sikap yang lebih behati-hati dalam melaksanakan shalat. Wallahu a’lam

(Zinatul Ma’rah, Syaikh Abdullah Al-Fauzan, hal. 49)

HUKUM WANITA YANG MENGENAKAN PURDAH KETIKA SHALAT

Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Apa hukumnya seorang wanita yang mengenakan purdah ketika shalat ?


Jawapan:
Dikatakan di dalam kitab Al-Mughni : Makruh hukumnya seorang wanita mengenalan purdah ketika shalat kerana purdah itu akan menghalangnya menyentuhkan kening dan hidungnya ke tempat sujud, Hal ini sama hukumnya dengan seorang lelaki yang menutup mulutnya ketika shalat padahal Nabi
SAW melarang lelaki untuk menutup mulutnya ketika shalat.


(Zinatul Ma’rah, Syaikh Abdullah Al-Fauzan, hal. 5)

(Disalin dari Kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin, Penerbit Darul Haq])

Kategori: Wanita – Fiqih Shalat
Sumber: http://
www.almanhaj.or.id
Tanggal: Jumat, 28 Oktober 2005
06:03:15 WIB

Produced by SalafiDB 3.0 (freeware)
http://salafidb.googlepages.com

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s