Menjadi penjamin pinjaman riba

Salam Panel al Ahkam,

Mohon pandangan ttg masalah berikut.

Bagaimana hendak dilakukan sekiranya org tua kita meminta kita menjadi penjamin kepada pinjaman konvensional.

Apakah cara terbaik utk ‘mengelak’ sekiranya perkara ini tidak diizinkan oleh syarak.

Wassalamjawapan:

Salam

Riba adalah perkara yg diharamkan oleh SWT. Allah berfirman:

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”[2:275]

Bahkan riba itu Allah isytihar perang kpdnya spt dalam firmannya:

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”[2:279]

Adapun suruhan berbuat baik kpd ibubap, Allah telahpun memberikan garis panduan di dalam al-Qur’an. Antaranya:

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. “[29:8]

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. “[31:15]

Kata kuncinya, adalah berbuat baiklah selagi tidak disuruh melakukan sesuatu yg melanggar syariat Allah swt. Apabila disuruh melakukan dosa, maka pada ketika itu tinggalkanlah arahan itu, (bukan tinggalkan ibubapa kamu) dengan cara yg baik.

Ala Kulli Hal, setiap kita pasti mengakui bhw dakwah itu bukanlah sesuatu yg mudah. Kadangkala kita perlu mengharungi detik2 pahit yg kita tidak terfikir pun kita akan lalui. Namun, Allah dan Rasul tetap kita junjung melebihi yg lainnya.

Dalam hubungan kita dgn orang tua, amat penting utk kita memahami dan tau cara yg terbaik utk menyampaikan dakwah. Mungkin antara saya dan sdr, caranya berbeza dalam penerimaan org tua. Yg terbaik berbincanglah dgn mereka. Mungkin jika alasan mahal dijadikan sebab, barangkali sdr mampu utk ‘topup’ pada nilai yg lebih itu. Dan mungkin juga artikel UZAR boleh juga digunakan.

Walaubagaimanapun, saya akui sendiri, betapa ummat Islam ini tidak sensitif pada syariat Allah. Inilah punca utama kepada segala keruntuhan institusi Islam itu sendiri. Dosa dan pahala tidak ada nilainya pada mereka.

“Ya Allah, bukakanlah pintu hati hamba2Mu ini dan berikanlah kepada kami hidayahMu.”

Sekian. WA.

Wassalam

al-ahkam 

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s