SUNNAH-SUNNAH DALAM SHALAT MALAM

Oleh
Syaikh Khalid al Husainan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

 “Ertinya : Sebaik-baik puasa setelah puasa ramadhan adalah puasa bulan muharram dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat lail.” ~Hadits Riwayat. Muslim no. 1163.

(a). Sebaik-baik jumlah raka’at dalam shalat malam adalah sebelas raka’at atau tiga belas raka’at dengan melakukan shalat yang lama. Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

 
“Ertinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat lail sebanyak 11 raka’at, maka yang demikian itu adalah shalat beliau”~Hadits Riwayat. Bukhari no. 1147.

Riwayat yang lain menyebutkan.
 
“Ertinya : Rasulullah shalat malam sebanyak 13 raka’at”~Hadits Riwayat. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764.

(b). Disunnahkan bagi orang yang mengerjakan shalat lail untuk menggosok gigi dan membaca ayat-ayat terakhir dari surah Ali Imran mulai dari firman Allah

“Ertinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (Ali Imran : 190)

Dibaca sehingga akhir surah.

(c). Disunnahkan kepada orang yang mengerjakan shalat malam untuk berdoa dengan doa yang shahih yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam



اللّهُـمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ  نـورُ السَّمـواتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فيـهِن ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَـيِّمُ السَّـمواتِ وَالأَرْضِ  وَمَنْ فيـهِن  ، [وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّـمواتِ وَالأَرْضِ  وَمَنْ فيـهِن] [وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْـكُ السَّـمواتِ وَالأَرْضِ  وَمَنْ فيـهِن]   [وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِـكُ السَّـمواتِ وَالأَرْضِ ] [وَلَكَ الْحَمْدُ] [أَنْتَ الْحَـقّ وَوَعْـدُكَ الْحَـق ، وَقَوْلُـكَ الْحَـق  ، وَلِقـاؤُكَ الْحَـق ، وَالْجَـنَّةُحَـق ، وَالنّـارُ حَـق ، وَالنَّبِـيّونَ حَـق ، وَمـحَمَّدٌ  rحَـق ، وَالسّـاعَةُحَـق]  [اللّهُـمَّ لَكَ أَسْلَمت ، وَعَلَـيْكَ تَوَكَّلْـت ، وَبِكَ آمَنْـت ، وَإِلَـيْكَ أَنَبْـت ، وَبِـكَ خاصَمْت ، وَإِلَـيْكَ حاكَمْـت . فاغْفِـرْ لي مـا قَدَّمْتُ ، وَما أَخَّـرْت ، وَما أَسْـرَرْت ، وَما أَعْلَـنْت ]  [أَنْتَ المُقَـدِّمُ وَأَنْتَ المُـؤَخِّر ، لا إِاـهَ إِلاّ أَنْـت]  [أَنْـتَ إِلـهي لا إِاـهَ إِلاّ أَنْـت  .

 
“Ya, Allah! BagiMu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji, Engkau yang mengurus langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji dan bagiMu kerajaan langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji, Engkau benar, janjiMu benar, firmanMu benar, bertemu denganMu benar, Syurga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dariMu), kejadian hari Kiamat adalah benar. Ya Allah, kepadaMu aku menyerah, kepadaMu aku bertawakal, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku kembali (bertaubat), dengan pertolonganMu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepadaMu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh kerana itu, ampunilah dosaku yang telah lewat dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.~ HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari 3/3, 11/116, 13/371, 423, 465 dan Muslim meriwayatkannya dengan ringkas 1/532

(d). Sunnah memulai shalat malam dengan dua raka’at yang ringan (pendek). Hal itu dilakukan hingga datangnya semangat untuk memanjangkan raka’atnya setelah dua rakaat yang pendek tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 
“Ertinya : Apabila salah seorang di antara kalian mendirikan shalat malam hendaklah membuka shalatnya dengan shalat dua raka’at yang ringan (surah-surah yang dibaca pendek.) ~Hadits Riwayat. Muslim no. 768.

[e]. Merupakan sunnah, memulai shalat malam dengan doa yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam


اَللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَإِسْرَافِيْلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ. اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ تَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ.

 

 

 

 
“Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum (untuk memutuskan) apa yang mereka (orang-orang Nasrani dan Yahudi) pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizinMu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang-orang yang Engkau kehendaki”~Hadits Riwayat. Muslim no. 770, Abu Dawud no. 767, Ibnu Majah no. 1357.

[f]. Disunnahkan untuk memanjangkan shalat malam.

 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Shalat apakah yang paling baik?” Rasulullah menjawab : “Yang panjang qunutnya (lama berdirinya)”~Hadits Riwayat. Muslim no.756.

Yang dimaksud qunut(1) adalah berdiri yang lama

(g). Disunnahkan untuk bertaawudz (minta perlindungan kepada Allah) ketika membaca ayat tentang adzab dengan ucapan:

 
“Aku berlindung kepada Allah daripada Adzab Allah”

Dan memohon rahmat kepada Allah ketika membaca ayat tentang permohonan dengan ucapan

 
“Ya Allah aku meminta kepadaMu dari kurniaMu”

Dan bertasbih ketika membaca ayat-ayat yang mengandung pujian tentang keMahasucian Allah.

Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Ertinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca (ayat) dengan tartil apabila beliau melewati satu ayat tasbih maka beliaupun membaca tasbih. Apabila melewati ayat permohonan(tentang rahmat,-ed) maka beliaupun memohon. Dan apabila melewati ayat memohon perlindungan, maka beliaupun memohon perlindungan (bertaawudz)…” ~Hadits Riwyat. Muslim no. 772.

Sebab-sebab agar mudah mendirikan shalat malam

(a). Berdoa
(b). Tidur awal
(c). Tidur di siang harinya
(d). Meninggalkan kemaksiatan
(e). Berkeinginan diri yang kuat untuk melakukan shalat malam

(Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis Khalid Al-Husainan, Penerjemah Zaki Rachmawan)
_________
Foote Note
(1). Qunut dalam hadits itu memiliki banyak erti berdasarkan banyak riwayat. Dalam Hadyus Saari Muqaddimah dari Fathul Baari oleh Ibnu Hajar hal. 305 (Cet. Daar Abi Hayyaan) pasal Qaf Nun disebutkan tentang makna qunut antara lain do’a, berdiri, tenang, diam, ketaatan, shalat, kekhusu’an, ibadah, dan melamakan berdiri. Pent.

http://www.almanhaj.or.id/content/2099/slash/0

 

di edit oleh Abu Usamah

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s