KEISTIMEWAAN MENDIDIK ANAK

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Saya seorang wanita yang mempunyai anak lelaki dan perempuan. Anak-anak perempuan boleh saya didik dengan baik kerana selalu bersama saya. Tetapi saya tidak mampu mendidik anak-anak lelaki yang sebahagian sudah dewasa, ayah mereka waktunya dihabiskan untuk bekerja seharian. Bila saya minta untuk berperanan serta dalam mendidik, dia tidak mempedulikan ucapan saya. Apakah saya salah dalam hal ini ? Saya mohon Syaikh menganjurkan para orang tua untuk memerhatikan anak-anak mereka dan tidak hanya menghabiskan waktu dengan pekerjaan.

Jawapan.
Kami berterima kasih kepada ibu yang telah mendidik puteri-puterinya, sekaligus berusaha memperbaiki putera-puteranya. Kami berharap ayah mereka memerhatikan dan selalu berusaha (untuk mendidik mereka) demi kebaikan anak-anak dan membimbing mereka agar menjadi anak shalih. Ini kerana hal itu lebih baik bagi dirinya di dunia dan akhirat, dalam kehidupan sekarang mahupun setelah ajal menjemputnya. Allah Subhanahu wa Taala berfirman.

Ertinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (At-Tahrim : 6)

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

Ertinya : Ketika anak Adam meninggal, terputuslah amalannya kecuali daripada tiga perkara : Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat bagi orang sesudahnya dan anak shalih yang mendoakannya.

Jika seorang ayah sibuk mendidik anak-anaknya sesuai yang diperintahkan Allah dan RasulNya, maka dia berada di atas jalan kebaikan yang besar. Anak-anak mendoakannya di masa ayahnya masih hidup dan setelah kematiannya. Jika terjadi sebaliknya, mengabaikan tanggung jawab pendidikan anak-anak, maka dia berdosa dan anak-anak akan menjadi malapetaka bagi dirinya.

Kami berharap ayah mereka boleh memerhatikan anak-anaknya seperti halnya perhatiannya kepada kekayaan. Bahkan harus lebih daripada itu kerana harta material akan lenyap, sementara anak merupakan bahagian manusia yang tidak terpisahkan. Mereka orang-orang yang akan memberi manfaat kepada orang tua ketika masih hiudp dan setelah mati.

(Fatawa Manarul Islam 3/789)

(Disalin daripada kitab Fatawa Ath-thiflul Muslim, edisi Indonesia 150 Fatwa Seputar Anak Muslim, Penyusun Yahya bin Said Alu Syalwan, Penerjemah Ashim, Penerbit Griya Ilmu)

http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1677&bagian=0

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s