Lelaki Bersolat Dengan Memakai Seluar

Mengenai pertanyaan dibawah ini, hendaklah merujuk ke buku:
Koreksi total ritual shalat tulisan Syaikh Mansyur bin Hasan terbitan pustaka
Azzam, di bab:
“Shalat dengan menggunakan baju ketat sehingga menggambarkan bentuk lekuk
tubuh”.

Berikut beberapa kutipan yang diambil dari bab tersebut:

“Adapun jika model seluar yang dipakai ketika shalat tidak ketat dan berukuran
longgar, maka sah sholat yang dikerjakan. Yang lebih baik adalah dipakai
dengan baju yang boleh menutup anggota tubuh antara pusat dan lutut. Akan lebih
baik lagi apabila panjang gamis itu sampai setengah betis atau sampai buku lali.
Hal seperti ini adalah cara menutup aurat yang paling sempurna.”
(Al Fataawaa (I/69) karangan Syaikh Ibn Baaz)

“Jika pakaian tersebut tidak menyebabkan aurat terbentuk dengan jelas kerana
modelnya longgar, dan tidak bersifat transparan (tembus hingga dapat dilihat tubuh badan) sehingga anggota aurat tidak boleh dilihat dari arah belakang, maka boleh dipakai ketika sholat. Namun apabila pakaian itu direrbuat daripada bahan yang tipis sehingga memungkinkan aurat yang memakai dilihat dari belakang, maka shalat yang dikerjakan batal hukumnya. Jika pakaian yang dipakai hanya mempertajam atau memperjelas bentuk aurat saja, maka makruh mengenakan busana tersebut ketika sholat kecuali jika tidak ada
pakaian lain yang dapat dikenakan.”
(Komiti Tetap perbahasan masalah ilmiyah dan fatwa)

http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/32104

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s