DIkirim oleh mohd masri di April 10, 2008
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah, amma ba’du. Para pembaca yang budiman, menuntut ilmu agama adalah sebuah tugas yang sangat mulia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka Allah akan pahamkan dia dalam hal agamanya.” (HR. Bukhari) Oleh sebab itu sudah semestinya kita berupaya sebaik-baiknya dalam menimba ilmu yang mulia ini. Nah, untuk boleh meraih apa yang kita idam-idamkan ini tentunya ada adab-adab yang harus diperhatikan agar ilmu yang kita peroleh membuahkan barakah, menebarkan rahmah dan bukannya malah menebarkan fitnah atau justeru menyulut api hizbiyah. Wallaahul musta’aan.
Adab Pertama
Mengikhlaskan niat untuk Allah ‘azza wa jalla Baca baki entri ini »
Dikirim dalam adab | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di April 10, 2008
Ibadur-Rahman
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah. Amma ba’du.
Pembaca yang budiman, sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang mulia di atas muka bumi ini. Jasad-jasad mereka ada di dunia akan tetapi cita-cita hati mereka tergantung di akhirat. Merekalah Ibadur-Rahman. Di dalam Al Quran Allah memuji mereka, menerangkan ciri-cirinya agar orang-orang pun merasa tertarik dan bersemangat untuk meniru kebaikan mereka. Baca baki entri ini »
Dikirim dalam al-quran | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di April 10, 2008
Tawakal yang Sebenarnya
Sebahagian orang menganggap bahawa tawakal adalah sikap pasrah tanpa melakukan usaha sama sekali. Contohnya dapat kita lihat pada sebahagian pelajar yang keesokan harinya akan melaksanakan ujian. Pada malam harinya, sebahagian dari mereka tidak sibuk untuk menyiapkan diri untuk menghadapi ujian esok namun malah sibuk dengan main game atau hal yang tidak bermanfaat lainnya. Lalu mereka mengatakan, “Saya pasrah saja, paling esok ada keajaiban.”
Apakah semacam ini benar-benar disebut tawakal?! Semoga perbahasan kali ini dapat menjelaskan pada pembaca sekalian mengenai tawakal yang sebenarnya dan apa saja faedah dari tawakal tersebut.
Tawakal yang Sebenarnya
Ibnu Rajab rahimahullah dalam Jami’ul Ulum wal Hikam tatkala menjelaskan hadits no. 49 mengatakan, “Tawakal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah ‘azza wa jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat, menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahawa ‘tidak ada yang memberi, menghalangi, mendatangkan bahaya, dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata‘.” Baca baki entri ini »
Dikirim dalam aqidah | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di April 10, 2008
Muamalah Allah Terhadapmu Sesuai Dengan Muamalahmu Terhadap Hamba-Nya
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على رسول الله نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن والاه, وبعد:
Di dalam sebuah Hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah ta’ala hanya merahmati hamba-hambaNya yang pengasih.” (HR. al-Bukhari).
Bukankah perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan?, Barang siapa yang mengasihi makhluk, maka dia akan dikasihi al-Kholiq (pencipta), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu.” (HR.at- Tirmidzi). Baca baki entri ini »
Dikirim dalam adab | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di April 10, 2008
Penyusun: Ummu ZiyadMuroja’ah: Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi
DUK! Terdengar suara keras dari halaman. Ternyata si kecil Fida’ terjatuh. Lalu si ibu pun tergopoh-gopoh berlari dari dalam. “Nah… nak… itu tandanya mesti berhenti bermain. Meh masuk rumah!” Lain lagi di rumah tetangga. Si anak yang sudah berusia 11 tahun mendengar pembantu di dapur berkata, “Aduh… nasinya basah… siapa ya yang sakit di kampung?”
Wahai ibu… kasihanilah anakmu dan keluarga yang menjadi tanggung jawabmu di rumah. Sesungguhnya dengan terbiasa melihat dan mendengar kejadian semacam itu, maka akan tersimpan di dalam benak mereka perbuatan-perbuatan yang tidak lain merupakan tathoyyur. Padahal tidaklah tathoyyur itu melainkan termasuk kesyirikan. Apakah kita hendak mengajarkan kepada anak kesayangan kita dengan kesyirikan yang merosak fitrah tauhid kepada Allah? Wal’iyyadzubillah. Baca baki entri ini »
Dikirim dalam aqidah | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di April 10, 2008
Penulis: Ummu Ziyad
Penyemak: Ust. Subhan Khadafi, Lc.
Bahaya ‘Ain
Ibnu Qoyyim rohimahullah dalam kitab Tafsir Surat Muawwadzatain berkata, “Bahaya dari pandangan mata dapat terjadi ketika seseorang yang berhadapan langsung dengan sasarannya. Sasaran tukang pandang kadang-kala boleh mengenai sesuatu yang tidak patut didengki, seperti benda, haiwan, tanaman, dan harta. Dan kadang-kala pandangan matanya dapat mengenai sasaran hanya dengan pandangan yang tajam dan pandangan kekaguman.” Pengaruh daripada bahaya pandangan mata pun hampir mengenai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana firman-Nya, Baca baki entri ini »
Dikirim dalam aqidah, doa, zikir | Leave a Comment »