DIkirim oleh mohd masri di Januari 31, 2008
Petikan Nasihat dari Al-‘Allamah Al-Muhaddits Al-Imam Al-Albani rahimahullahu
Al-Qur`an yang diturunkan oleh Rabbul ‘Alamin dari atas langit yang ketujuh adalah sebuah kitab yang diagungkan keberadaannya oleh kaum muslimin. Mereka menghormatinya, memuliakan, dan menyucikannya. Namun terkadang pengagungan dan penghormatan tersebut tidaklah sesuai dengan yang semestinya. Ertinya, mereka menganggap perbuatan yang mereka lakukan merupakan bentuk pengagungan dan penghormatan terhadap Kalamullah, padahal syariat tidak menyepakatinya.
Satu kebiasaan yang lazim kita lihat di kalangan kaum muslimin adalah mencium/mengucup mushaf Al-Qur`an. Dengan berbuat seperti itu mereka merasa telah memuliakan Al-Qur`an. Lalu apa penjelasan syariat tentang hal ini? Kita baca keterangan Al-’Allamah Al-Muhaddits Al-Imam Al-Albani t berikut ini.
Dalam keyakinan kami, perbuatan mengucup mushaf tersebut hukumnya masuk dalam keumuman hadits: Baca baki entri ini »
Dikirim dalam al-quran, bid'ah | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di Januari 31, 2008
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan manusia, maka tentunya Allah pun telah mengatur segala aspek kehidupan manusia, termasuk didalamnya bagaimana hukum yang berlaku bagi lelaki dan wanita yang tidak semahram dalam memandang dan berjabat tangan. Olehnya kita semak uraian dalil Al-Quran dan Sunnah tentang masalah ini, agar hati kita tenang dan dapat mengamalkannya sesuai dengan perintah agama. Baca baki entri ini »
Dikirim dalam Hubungan Lelaki Perempuan | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di Januari 30, 2008
Tanya:
ِBila seorang lelaki atau wanita kafir yang mati, apakah dibolehkan kita mengucapkan ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kita adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kita dikembalikan )?
Jawab: Baca baki entri ini »
Dikirim dalam Jenazah, non muslim | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di Januari 30, 2008
Pakaian merupakan nikmat yang Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berikan kepada para hamba-Nya. Namun terkadang ada sebahagian di antara kaum muslimin salah dalam membuat pakaian dan salah dalam memakai pakaian , sehingga mereka terkadang memakai pakaian yang seyogyanya belum dipakai, eh malah dipakai. Pakaian yang mestinya dipakai oleh anak kecil, duh malah dipakai oleh orang dewasa. Oleh kerana itu, kita akan menyaksikan beberapa kesalahan berikut: Baca baki entri ini »
Dikirim dalam Aurat, solat | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di Januari 30, 2008
Tanya:
Apakah boleh saya mendermakan darah untuk orang yang sakit atau orang yang tenat sementara dia bukan Islam?
Jawab: Baca baki entri ini »
Dikirim dalam non muslim | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di Januari 29, 2008
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum,
Ana mau taimya atas kebingungan tentang bagaimana sebenarnya hukum tentang wanita yang memakai purdah. Ana sekarang sudah menikah dengan awalnya akhwat yang berjilbab biasa saja (jilbab pendek), lalu setelah saya nasihati semampu ana, alhamdulillah mau memakai gamis panjang (tapi masih warna warni) dan jilbab yang lumayan besar. Alhamdulillah dakwah salafiyah telah sampai kepada ana akan tetapi sangat sulit untuk mendakwahkan kepada isteri ana. Ana sering malu bertemu dengan ikhwan salafy yang bersama isteri mereka yang berpurdah sedangkan isteri saya tidak. Saya sudah mencuba mencari buku terkait akan tetapi jawapannya berbeza-beza. Menurut Syaikh Albani, dalam buku Jilbab Wanita Muslimah, di sana beliau tidak mewajibkan purdah, dan seolah-olah melemahkan kedudukan purdah. Akan tetapi ketika melihat kitab fatwa terhadap wanita terbitan darul haq, disana banyak yang mewajibkannya termasuk Syaikh Fauzan, Bin Baz, Lajnah Daimah, dll. Saya jadi ragu. Perlukah saya perintahkan isteri untuk berpurdah, dan sebatas apa saya memerintah isteri untuk menjadikannya berpurdah. Besar harapan ana untuk dijawab pertanyaan ini. Jujur ana akhir2 ini selalu gelisah dan khawatir tentang keadaan ini. Semoga Allah selalu merahmati Anda. Jazakallah khair.
Jawapan Ustadz: Baca baki entri ini »
Dikirim dalam Aurat, Wanita, keluarga | 6 Komen »
DIkirim oleh mohd masri di Januari 29, 2008
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum,
Pak Ustadz, ada beberapa hal yang ingin ana tanyakan:
- Yang ana ketahui ketika zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jarak waktu antara adzan dan iqomat tidak berdekatan. (Afwan jika salah). Adakah dalil yang menjelaskan tentang hal ini? Masalahnya ana sering telat shalat berjama’ah. Perlu diketahui rumah ana dengan masjid terdekat berjarak sekitar perjalanan 10 minit dan kadang-kala adzan pun tidak terdengar. Masjid yang ana hadiri jarak waktu adzan dan iqomat hanya selama sekitar 5 minit yang menurut ana terlalu cepat. Bagaimana Pak Ustadz?
- Ana pernah dengar ucapan “minal ‘aidin wal faidzin” diucapkan ketika menang dari perang Badar. Apakah hal ini benar?
Mungkin itu aja yang ingin ana tanyakan. Ana harap Pak Ustadz bersedia menjawab pertanyaan2 ana ini. Jazakallahu khairan katsira.
Jawapan Ustadz: Baca baki entri ini »
Dikirim dalam Masjid, azan, solat jemaah | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di Januari 29, 2008
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum,
Ana ingin minta penjelasan seputar doa beramai-ramai yang sering dilakukan sebahagian masyarakat kita setelah suatu acara tertentu, baik bersifat keagamaan atau bukan. Bagaimanakah hal tersebut, dan bagaimana sikap kita.
Jazakumullahu khoiron,Wassalamu’alaikum
Jawapan: Baca baki entri ini »
Dikirim dalam bid'ah, doa | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di Januari 29, 2008
SAYYIDUL ISTIGHFAR
Penulis: Al-Ustadz Muhammad Ar Rifa’i
Termasuk dzikir yang utama dan doa yang barokah yang selayaknya bagi setiap muslim untuk menjaganya dan membacanya disetiap pagi dan malam hari adalah yang telah datang di dalam shahih Al Bukhari dari hadits Syadad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alahi wa Sallam bahawasannya beliau bersabda : Baca baki entri ini »
Dikirim dalam doa, zikir | Leave a Comment »
DIkirim oleh mohd masri di Januari 29, 2008
Soal-Jawab
Sabtu, 27-Mei-2006, Penulis: Syaikh Al Allamah Al Faqih
Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin
Jawab :
Memotong rambut bagi wanita apabila diniatkan untuk menyerupai kaum lelaki maka hukumnya haram dan termasuk daripada dosa-dosa besar. Kerana sesungguhnya Nabi ‘alaihishalaatu wasllam telah melaknat wanita-wanita yang menyerupai lelaki.
Baca baki entri ini »
Dikirim dalam Perhiasan, Wanita | 1 Komen »