Koleksi Soal Jawab Agama

Weblog Ini Adalah Weblog Khas Untuk Soal Jawab Agama

Arkib bagi Hari 6 Disember 2007

Wajib Ikut Salaf, Bukan Membentuk Puak

DIkirim oleh mohd masri di Disember 6, 2007

Oleh: Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang hidup setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh kerana itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku.”

Hadits ini memberi erti bahawa apabila muncul banyak golongan di tengah-tengah umat, maka jangan berpegang kepada satu golongan pun. Dulu muncul puak-puak, seperti Khawarij, Mu’tazilah, Jahmiyyah, Syi’ah, bahkan Rafidhah. Lalu, akhir-akhir ini muncul Ikhwaniyyun, Salafiyyun, Tablighiyyun, dan kelompok lain yang semisal.

 

Letakkanlah semua kelompok ini di samping kiri dan teruslah melihat ke depan, yaitu jalan yang ditunjukkan oleh Nabi saw, “Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin.” Baca baki entri ini »

Dikirim dalam manhaj | Leave a Comment »

WAKTU MENYEMBELIH, MENGGANTINYA DENGAN MENYEDEKAHKAN NILAINYA (WANG), DAN SOLUSI MASALAH DAGING

DIkirim oleh mohd masri di Disember 6, 2007

WAKTU MENYEMBELIH, MENGGANTINYA DENGAN MENYEDEKAHKAN NILAINYA (WANG), DAN SOLUSI MASALAH DAGING

Oleh
Haiah Kibar Al-Ulama

Segala puji hanya bagi Allah. Shalawat dan salam kepada orang yang tiada Nabi setelahnya. Amma ba’du.

Berdasarkan ketetapan dalam seminar ke-7 oleh Haiah Kibar Al-Ulama (Lembaga Ulama Besar) yang diselenggerakan di Thaif pada pertengahan pertama bulan Sya’ban 1395H, tentang memasukkan permasalahan “korban tamattu dan qiran” pada jadual kerja seminar ke-8 dan mempersiapkan kajian untuk hal tersebut, maka Lembaga dalam seminar ke-8 yang dilaksanakan di Riyadh pada pertengahan pertama bulan Rabi’ul Akhir 1396H, telah mencermati kajian yang dipersiapkan oleh Panitia Tetap Kajian Ilmiah dan Fatwa (Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah wal Ifta) tentang waktu dan tempat menyembelih korban, hukum mengganti korban dengan menyedekahkan nilainya (wang) dan penyelsaian tentang masalah daging.

Dan setelah saling mengemukakan pendapat, maka dengan kesepakatan ditetapkan beberapa hal sebagai berikut.

(1). Tidak boleh mengganti haiwan korban untuk haji tamattu’ dan haji qiran dengan sedekah dengan wang yang senilainya, berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah dan Ijma yang melarang hal tersebut. Sebab yang dimaksudkan korban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih korban seperti disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. Baca baki entri ini »

Dikirim dalam hari raya, korban | Leave a Comment »

WAKTU PENYEMBELIHAN KORBAN

DIkirim oleh mohd masri di Disember 6, 2007

 

WAKTU PENYEMBELIHAN KORBAN

Oleh
Dr Abdullah bin Muhammad Ath-Thayyar

Waktu penyembelihan korban mulai dari setelah ‘Id di hari raya korban sampai terbenam matahari pada hari terakhir Tasyriq yaitu tanggal 13 Dzulhijjah. Sehingga hari penyembelihan adalah empat hari : satu hari di hari raya korban setelah shalat ‘Id dan tiga hari setelahnya. Barangsiapa menyembelih korbannya sebelum selesai shalat ‘Id atau setelah terbenamnya matahari tanggal 13 Dzulhijjah, maka korbannya tidak sah. Ada yang mengatakan bahawa waktu penyembelihan hanya dua hari setelah ‘Id saja, dan menurut pendapat ini hari penyembelihan hanya tiga hari saja. Tetapi yang rajih adalah pendapat yang pertama. Baca baki entri ini »

Dikirim dalam hari raya, korban | Leave a Comment »

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN

DIkirim oleh mohd masri di Disember 6, 2007

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN

Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, daripada Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Ertinya : Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.

Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Baca baki entri ini »

Dikirim dalam hari raya, korban | Leave a Comment »

HUKUM MEMOTONG RAMBUT ATAU KUKU PADA SEPULUH HARI PERTAMA DZULHIJJAH BAGI ORANG YANG AKAN MENYEMBELIH KORBAN

DIkirim oleh mohd masri di Disember 6, 2007

HUKUM MEMOTONG RAMBUT ATAU KUKU PADA SEPULUH HARI PERTAMA DZULHIJJAH BAGI ORANG YANG AKAN MENYEMBELIH KORBAN

Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Ada seseorang yang akan menyembelih haiwan korban hanya untuk dirinya saja. Atau hendak berkorban untuk dirinya dan kedua orang tuanya. Bagaimana hukum memotong rambut atau kuku baginya pada hari-hari di antara sepuluh hari pertama Dzulhijjah? Apa hukumnya bagi perempuan yang rambutnya gugur ketika disisir? Dan bagaimana pula hukumnya kalau niat akan berkorban itu baru dilakukan sesudah beberapa hari dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sedangkan sebelum berniat dia sudah memotong rambut dan kukunya? Sejauh mana darjat pelanggaran kalau dia memotong rambut atau kukunya dengan sengaja sesudah berniat berkorban untuk dirinya atau kedua orang tuanya atau untuk kedua orang tua dan dirinya ? Apakah ini akan mempengaruhi terhadap sahnya korban?

Baca baki entri ini »

Dikirim dalam hari raya, korban | Leave a Comment »