Koleksi Soal Jawab Agama

Weblog Ini Adalah Weblog Khas Untuk Soal Jawab Agama

Arkib bagi Hari 6 November 2007

Berdoa Dengan Mengangkat Tangan

DIkirim oleh mohd masri di November 6, 2007

Berdoa Dengan Mengangkat Tangan

Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.

Dari Salman Al-Farisi RA bahawa Nabi SAW bersabda.

“Ertinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu kepada hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa”. (Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Doa 2/78 No.1488, Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/68. Musnad Ahmad 5/438. Dishahihkan Al-Albani, Shahih Sunan Abu Daud). Baca baki entri ini »

Dikirim dalam doa | Leave a Comment »

Mengangkat Kedua Tangan Pada Saat Khutbah Jum’at Dan Mengusap Wajah Sesudah Berdo’a

DIkirim oleh mohd masri di November 6, 2007


Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Pertanyaan.
Syaikh Abddul Aziz bin Baz ditanya : “Apa hukumnya mengangkat kedua tangan bagi makmum tatkala mengamini doa imam pada waktu khutbah Jum’at. Dan apa hukumnya mengeraskan ucapan amin ?”

Jawaban.
Tidak ada anjuran baik bagi imam maupun bagi makmum untuk mengangkat tangan tatkala berdo’a pada waktu khutbah jum’at sebab Rasulullah
SAW dan para Khulafaurrasyidun tidak melakukan hal tersebut.

Akan tetapi jika berdoa istisqa di dalam khutbah Jum’at, maka dianjurkan bagi imam dan makmum untuk mengangkat tangan pada waktu berdoa istisqa, kerana pada waktu Rasulullah SAW membaca do’a istisqa, beliau mengangkat tangannya dan juga para jama’ah bersama beliau.

Allah SWT berfirman.

“Ertinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu” (Al-Ahzab : 21)

Dibolehkan membaca amin bagi makmum pada waktu mendengar doa imam pada saat khutbah Jum’at asalkan tanpa mengeraskan suara.

(Fatawa Islamiyah 1/427)

MENGUSAP WAJAH SESUDAH BERDOA

Sebahagian orang sesudah berdoa mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya, padahal tidak ada hadits satupun yang shahih yang membenarkan perbuatan tersebut. Yang paling baik adalah mengikuti sunnah Rasul dan yang paling buruk adalah segala tindakan menentang sunnah Rasulullah SAW. Seorang yang berdoa hendaknya tidak mengusapkan kedua telapak tangan sesudah berdoa, sebab tanpa itu dia akan mendapat pahala.

Abu Daud berkata bahawa saya mendengar Imam Ahmad ditanya oleh salah seorang tentang hukum mengusap wajah sesudah berdoa, maka beliau menjawab : “Saya tidak pernah mendengar itu dan saya tidak pernah mendapatkan sesuatu tentang itu. Abu Daud berkata : Saya tidak pernah melihat Imam Ahmad mengerjakan hal itu. (Abu Daud dalam Masail Imam Ahmad hal.71)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata bahawa mengangkat tangan pada saat berdoa adalah sunnah berdasarkan hadits-hadits yang sangat banyak, tetapi tentang mengusap wajah dengan kedua telapak tangan tidak saya temui kecuali satu atau dua hadits, itupun tidak boleh dipakai sebagai dasar amalan tersebut.(Majmu Fatawa 22/519)

Syaikh Al-Izz bin Abdussalam berkata bahawa tidaklah mengusap wajah dengan kedua telapak tangan sesudah berdoa kecuali orang-orang bodoh saja. (Fatawa Izz bin Abdussalam)

(Disalin dari buku Jahalatun Nas Fid Du’a edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdo’a hal. 75-76 &81-82ul Haq)

Kategori: Do’a Dan Dzikir
Sumber: http://
www.almanhaj.or.id
Tanggal: Minggu, 30 Januari 2005
09:04:51 WIB

Produced by SalafiDB 3.0 (freeware)
http://salafidb.googlepages.com

Dikirim dalam doa | Leave a Comment »

Mengeraskan Suara Dalam Berdo’a

DIkirim oleh mohd masri di November 6, 2007

Mengeraskan Suara Dalam Berdo’a

Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Sebahagian orang ada yang berdoa dengan mengeraskan suara, padahal demikian itu bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW, bahkan seorang yang berdoa hendaknya melembutkan suaranya sebagaimana firman Allah SWT.

“Ertinya : Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon padaKu” (Al-Baqarah : 186)

Dan Allah SWTberfirman.

“Ertinya : Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Al-A’raaf : 55)

Syaikh As-Sa’di berkata bahawa Allah memerintahkan agar kita berdoa dengan berendah diri dan mengiba yang disertai rasa ketundukan serta dengan suara yang lembut sebagai bukti keikhlasan dalam berdoa. (Tafsir As-Sa’di 3/40)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata bahawa sunnah dalam berdoa dan berdzikir adalah dengan suara yang lembut kecuali ada sebab syar’i yang menganjurkan untuk mengeraskannya, berdasarkan firman Allah.

“Ertinya : Berdoalah kepada Tuhamnu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Al-A’raaf : 55)

Dan juga firman Allah tentang doa Zakaria.

“Ertinya : Yaitu tatkala dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut” (Maryam : 3) (Majmu Fatawa 22/468-469)

Ramai di antara orang yang melakukan thawaf berdoa dengan mengeraskan suara, hal itu bertentangan dengan sunnah Nabi, sebab jika seandainya Rasulullah SAW mengeraskan doanya pada saat thawaf, nescaya kita akan mendapatkan riwayat tentang itu, tidak ada satu pun hadits yang menerangkan bahawa Rasulullah mengeraskan bacaan doa pada saag thawaf dan sa’i. Bererti yang benar adalah tidak diperbolehkan mengeraskan suara di dalam berdoa pada waktu thawaf dan sa’i.

(Disalin dari buku Jahalatun Nas Fid Du’a edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdo’a hal. 56-58 Darul Haq)

Kategori: Do’a Dan Dzikir
Sumber: http://
www.almanhaj.or.id
Tanggal: Sabtu, 29 Mei 2004
07:27:47 WIB

Produced by SalafiDB 3.0 (freeware)
http://salafidb.googlepages.com

Dikirim dalam doa | Leave a Comment »

Orang Yang Dikabulkan Do’anya

DIkirim oleh mohd masri di November 6, 2007

Orang Yang Dikabulkan Do’anya

-Bahagian Pertama daripada Dua Tulisan

Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Ramai orang yang tidak memanfaatkan kesempatan untuk berdoa, padahal boleh jadi seseorang itu tergolong yang mustajab doanya tetapi kesempatan baik itu ramai disia-siakan. Maka semestinya setiap muslim memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdoa sebanyak mungkin baik memohon sesuatu yang berhubungan dengan dunia atau akhirat.

Di antara orang-orang yang doanya mustajab.

(1). Doa Seorang Muslim Terhadap Saudaranya Daripada Tempat Yang Jauh Baca baki entri ini »

Dikirim dalam doa | Leave a Comment »

WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJABNYA DOA

DIkirim oleh mohd masri di November 6, 2007

WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJABNYA DOA

Oleh
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Allah memberikan setiap waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeza-beza, di antaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang mensia-siakan kesempatan yang baik tersebut. Mereka menyangka bahawa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeza. Setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kejayaan, keuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajaba tersebut antara lain ialah

(1). Sepertiga Akhir Malam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

“Ertinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga berbaki sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya”. (Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150) Baca baki entri ini »

Dikirim dalam doa | Leave a Comment »